"Bukanya diant anak departemen kemuslimahan rohis?" Tanya Mawar pada Halimah
"Iya" Halimah hanya mengangguk.
"Kok boncengan sama cowo?" Tegas Mawar lagi, masih saling berpandangan lekat dengan Halimah. mereka berda otomatis kaget
Ada tanda tanya besar dalam otak mawar ketika pemandangan itu tersaji di depan matanya. Praktikum Bakteriologi memang dimulai jam enam pagi. Ia juga golongan yang sama dengan diant, sama-sama bangun telat dan berangkat telat. Sama-sama dapat tebengan di tengah jalan, hanya saja mawar dapat tebengan dari perempuan dan diant dapat tebengan dari laki-laki.
Saat itulah dunia terasa semakin sesak, saat idealisme tertukar dengan lima menit sebelum jam enam. Jika bukan para muslimah yang menjaga izzah dan idealisme itu sendiri, siapa lagi??
Halimah perlahan menghilangkan kerutan di wajahnya, menganggap ini merupakan hal biasa yang memang sepantasnya berlalu. BUKAN!! BUKAN KARENA HALIMAH TIDAK PEDULI! BUKAN! BUAN BEGITU. Karena memang sudah terlalu banyak diant-diant yang lain.
mawarpun hanya tinggal diam, bisu, tak bisa berbuat apa-apa.
Ya Rabb... Beri hidayah
No comments:
Post a Comment