Bismillahirrahmanirrahiim …
Dear Cincah …
Apa kabar kamu di sana? Om Korchap kemaren habis seminar,
gue nggak bisa dateng, mriyang *gaknanya
:D.Pasca Selfie beberapa minggu lalu, ada anggota baru lho beberapa. Kita masih
mbahas banyak hal-hal yang menarik untuk didiskusikan. Ada tentang feminism,
syiah, sampe Press BEM. Tau nggak? semua manusia di forum ini kangen sama kamu.
Kangennya tuh tingkat Dewi. :D
Semua masih kehilangan salah satu anggota forum yang memang
aktif dan memiliki keingintahuan tinggi, pernah menggegerkan dunia gara-gara
tulisanya ‘mejeng’ di salah satu situs dakwah terkemuka. Anak alay yang lucu
tapi keren. *Plis jangan melayang-layang baca ini* :D
Mba nggak bermaksud menekan apalagi memojokkan kamu. Mba
nggak bermaksud bikin kamu nggak nyaman, dan nggak suka digituin. Mungkin saat
itu, semua orang sedang dalam kondisi kurang baik termasuk gue yang mengawali
topik diskusi. Hingga tiba-tiba kamu keluar, diinvite lagi, dan keluar lagi.
Begitu berulang kali hingga sang admin angkat tangan. Suatu hari saat kamu
diinvite lagi, kamu left lagi. Hmmm …. #Bingungmaubilangapa.
Mba mau berusaha nabayunin kamu, ngomong baik-baik. Tapi
kamu tiba-tiba njawab nggak suka digituin. Oke afwan. Kamu sukanya digimanain?
Sekarang, duduk. Tenang. Tarik nafas dalam-dalam. Kita diskusi baik-baik.
Mungkin topik pergerakan dewasa ini udah terlalu mainstream,
kita cuma ngobrolin topik itu tanpa mengetahui landasan kenapa kita semua
berkata seperti itu. Oke! Tell us how!Show
us the truth. Sangat tidak baik jika seseorang fanatik dengan golonganya. I think kita (you n me) sepakat dalam
hal ini. Menurut gue, topik ini masih cukup relevan dengan forum ini. Gerakan
kita mungkin akan banyak melibatkan gerakan-gerakan lain yang sevisi, kita
mungkin akan banyak berkolaborasi dengan gerakan-gerakan lain melalui berbagai
kegiatan yang mendukung misi kita. Nggak cuma satu ormas saja atau anak
fakultas tarbiyah jurusan filsafat saja. You
know lha sekarang anggota gerakan ini itu cuma orang mana doank.
Kamu tau lhaaa, sekilas terlihat banyak bercanda,tapi gerakan kita emang radikal. Di sini, kita
berhimpun dengan tegas MENENTANG kemunkaran. Kita nggak pernah dibatasi ataupun
dibungkam untuk memaparkan fakta atau pandangan pribadi kita. Perbedaan tidak
pernah menjadi masalah. Selalu ada ruang untuk berdiskusi. Itu yang paling mba
suka di sini. Kita tidak menjadi manusia yang terisolasi akibat perbedaan. Kita
selalu mendapatkan ruang untuk saling mengingatkan dan mengarahkan. Jika kamu
merasa ada yang salah dengan pendapat dan celetukan kita, lari bukan solusi. Lari
dari ruang gelap hanya membuat ruangan itu terlihat makin gelap di mata kamu
kan? Nyalakanlah secercah cahaya di sini. Karena kita semua tak pernah bosan
untuk berdiskusi, kenapa demikian? Karena bukan pembenaran yang kita pegang,
tapi kebenaran dari Yang Mahabenar. Kita
semua memiliki misi menegakkan kebenaran, memberantas islam liberal yang sudah
jelas sangat menyimpang dari akidah.
Kamu tau nggak bedanya ITJ sama JIL? Oke fine!
Manusia-manusia JIL ngeblock kamu rame-rame, dengan berani kamu
minta ke Ulil buat ngunblock kamu kalo dia berani. Sekarang kamu ninggalin aku
dkk rame-rame di sini, boleh donk aku
dkk rame-rame mengumpulkan keberanian buat nginvite kamu lagi dan mencegah
kamu buat left plus berani bertahan dan memperbaiki kondisi yang terlihat tidak
ideal dalam pandanganmu di sini. Oke! Aku rasa kamu benci manusia fanatik,
tapi dari lubuk hati yang terdalam aku yakin kamu juga salah satu golongan
manusia yang fanatik membela agama Allah. Di sini, kita masih menunggu
kamu kembali, karena kami semua sayang sama kamu karena Allah. Kami nggak mau
kamu pergi dan sendiri menyaksikan kegelapan itu dari pandanganmu. Apa itu
semua nggak bikin kamu makin sakit?
Mmmmm … memang iya … Semua kembali pada kamu. Jika
sendiri begini membuatmu lebih baik,
kita nggak akan mengekang kamu untuk tetap di sini. Itu hak kamu. Karena, kembali bukan atas kesadaran
penuh dari dirimu sendiri, takkan membuatmu lebih baik, aku tau itu. Tapi
saranku, bertahanlah di sini, nyalakan lilin dengan segenap tenangamu. Lakukan
semua karena Allah. Karena Allah tak pernah tinggal diam. Allah akan mengganjar
semua hal baik yang kamu lakukan, kan?
Mungkin semua manusia di sini membuatmu muak selama ini, tapi Allah tak pernah
bosan dengan umat-Nya. Allah tak pernah muak dengan sikap kita yang seringkali memuakkan.
Bertahanlah. Bukan karena hal-hal berharga lain, tapi karena Allah. Maafkanlah,
Cincah. Karena Allah juga tak pernah bosan memaafkan kita yang seringkali
melanggar perintah-Nya. Maafkan karena Allah. Ikhlaskan semua yang terjadi.
Pasrahkan pada Allah. Kembalilah dalam hangatnya dekapan ukhuwah di sini.
Ukhuwah yang tak perlu diperjuangkan karena ia adalah buah
dari manisnya iman (Salim A Fillah)
Insya Allah senin depan ada Selfie bersama ustadz Alex di masjid Gamais, Faperta, Ba’da
Isya. Aku harap, aku bisa liat kamu belajar & diskusi bareng
kita di sana. Ntar aku sms kalo Sang Ustadz nggak izin lagi. Bismillah yaa!! ^^
Tetap istiqomah, Cincah.
Jika jalan ini mudah, pasti banyak yang ke sini. Sayangnya
jalan ini tak semulus jalan beraspal (ngutip kata-kata siapa gitu), jadi banyak
yang terpental. Sekarang apa alasan untuk terus menempuh jalan ini? Entah apa
yang membuat aku ingin menulis, “Teruslah bertahan di Jalan Cinta Para Pejuang ini. Bukankah surga-Nya
menggiurkan??”
Always Love you coz Allah J
Salam hangat
Sebut Saja
Mawar